Kemitraan Penting untuk Memperkuat Tenaga Keperawatan Onkologi dan Tingkatkan Hasil Penatalaksanaan Kanker di Indonesia

Penandatanganan Kerjasama Perawat Onkologi

(ki-ka) Dr. Ait-Allah Mejri - Presiden Direktur Roche Indonesia, dr. Soeko W. Nindito, MARS Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais, Vita Silvira, SE., Ak.,
MBA, CA
Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. Kemala Rita Wahidi SKp.,Sp.,Kep Onk.,ETN.,MARS.,FISQua - Ketua HIMPONI.

 

●     Roche Indonesia, Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais, Universitas Indonesia dan Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) menandatangani Perjanjian Kerjasama untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan bagi para tenaga keperawatan onkologi di Indonesia.

●     Menyadari kebutuhan yang mendesak atas tenaga perawat khusus onkologi yang memiliki peran penting dalam program pengendalian kanker, kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan pengakuan terhadap perawat onkologi di Indonesia.

●     Perjanjian multi-tahun (2021 - 2025) ini akan membantu memenuhi kebutuhan perawatan onkologi saat ini dan masa depan serta berkontribusi pada efektivitas dan peningkatan hasil penatalaksanaan kanker di Indonesia.

 


Jakarta, 4 November 2021
- Roche Indonesia, Universitas Indonesia, Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais dan Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI) hari ini menandatangani Perjanjian Kerjasama untuk menciptakan solusi bersama guna memperkuat tenaga keperawatan onkologi di Indonesia. Perjanjian kemitraan multi-pihak dan multi-tahun ini membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek serta panjang perawat onkologi di Indonesia guna meningkatkan hasil perawatan kanker yang lebih baik di Indonesia.

 

"Perjanjian kemitraan multi-pihak ini mencerminkan komitmen dan investasi Roche yang berkelanjutan terhadap komunitas onkologi. Melalui program ini, kemajuan dalam pendidikan dan pelatihan keperawatan onkologi akan berkontribusi pada pengurangan beban penanganan kanker saat ini dan hasil perawatan pasien yang lebih baik," kata Dr. Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur Roche Indonesia.

 

Menurut World Health Organization (2018), rasio perawat di Indonesia hanya 2,4 per 1.000 penduduk. Angka tersebut juga telah mencakup bidan dan sebagian besar penduduk yang kurang terlayani di daerah pedesaan. Selain itu, perawat di Indonesia secara umum mengandalkan pelatihan onkologi selama bekerja atau on-the-job training dan sering berotasi antar unit onkologi, sehingga membatasi jumlah pengalaman yang diperoleh perawat dalam onkologi dan membatasi kesempatan untuk menjadi perawat spesialis onkologi di Indonesia. Sebagai hasilnya, kondisi ini membuat rendahnya kualitas perawatan pasien, kelelahan keperawatan dan hasil yang kurang baik dalam perawatan kanker.

 

Melihat tantangan tersebut, Roche Indonesia, Universitas Indonesia, Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais dan Himpunan Perawat Onkologi HIMPONI bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan strategi untuk meningkatkan pendidikan keperawatan onkologi di Indonesia.

 

Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais berperan dalam pengembangan sumber daya dan jejaring pelayanan kanker di Indonesia. Perjanjian kemitraan ini dapat memberikan dasar bagi pengembangan kapasitas tenaga perawat onkologi terutama bagi rumah sakit yang ada dalam jejaring kanker nasional. Pada saat yang bersamaan, hal ini juga berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kanker di RS Kanker Dharmais. Oleh sebab itu, kami sangat menghargai komitmen Roche Indonesia, Universitas Indonesia dan HIMPONI untuk menjadikan kemitraan yang akan berdampak positif ini bisa terlaksana,” kata dr. Soeko W. Nindito, MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais saat penandatanganan perjanjian kerjasama.

 

Inisiatif peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk meningkatkan standar perawatan onkologi melalui mentoring, pengembangan fakultas dan pertukaran pengalaman & pembelajaran dari negara dan sistem yang lebih maju. Dalam jangka pendek, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah perawat terlatih yang mampu memberikan perawatan onkologi dasar dan meningkatkan jumlah pusat pelatihan onkologi dasar. Hal ini akan dicapai melalui pengembangan kurikulum keperawatan onkologi dasar terakreditasi nasional dengan mengacu pada standar internasional, pemberian pelatihan onkologi dasar dan pendirian pusat pelatihan baru di daerah. Pada jangka menengah hingga panjang, kemitraan ini berusaha untuk meningkatkan jumlah spesialis perawat onkologi dengan memberikan beasiswa untuk perawat / dosen untuk pendidikan spesialis perawat onkologi formal selama 3 tahun di Universitas Indonesia serta bantuan teknis bagi universitas lain untuk membuka program spesialis keperawatan onkologi.

 

“Peran perawat onkologi sangat penting karena merekalah yang paling banyak bertemu dan melayani pasien sepanjang perjalanan penatalaksanaan pasien. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk memiliki perawat profesional yang diakui sebagai mitra kerja sejajar dengan dokter dalam pelayanan pasien. Kami baru membuka Program Studi Spesialis Keperawatan Onkologi di Universitas Indonesia. Universitas Indonesia adalah universitas pertama yg mengusulkan pendidikan spesialis keperawatan onkologi di Indonesia. Melalui kerja sama ini diharapkan kontribusi pihak-pihak yang terlibat dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pasien di Rumah Sakit Dharmais ini dan rumah sakit lainnya," ujar Vita Silvira, SE., Ak., MBA, CA, pelaksana tugas Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia  pada kesempatan yang sama.

 

Pada saat yang sama, Dr. Kemala Rita Wahidi SKp.,Sp.,Kep Onk.,ETN.,MARS.,FISQua, Ketua HIMPONI yang ikut terlibat dalam menginisiasi kerjasama ini sangat mengapresiasi dan berkomitmen untuk menyukseskan kemitraan ini. “Kami yakin kemitraan ini tidak hanya berdampak bagi peningkatan profesionalisme perawat yang merawat pasien kanker di Indonesia tetapi juga outcome yang diharapkan adalah meningkatnya kualitas pelayanan atau asuhan  serta  penatalaksanaan pasien kanker di Indonesia."

 

Permintaan untuk layanan onkologi terus meningkat secara signifikan. Kerja sama ini, yang secara kuat didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan jumlah perawat bersertifikasi keperawatan onkologi dasar dan spesialis perawat onkologi hingga dua kali lipat.

 

M-ID-00000363-11-2021